Abstract
This study examines directive speech acts and gender-based language patterns in the comment section of the official Instagram account @menkeuri on the post entitled “Solid Economic Growth, Acceleration of Spending Continues to Be Boosted.” The study aims to identify the forms and functions of directive speech acts and to analyze gender differences in their use within the context of digital political communication. This research employed a descriptive qualitative approach with a content analysis method. The data consisted of comments containing directive speech acts posted within one month after the upload of the post. Data were collected through documentation and note-taking techniques and analyzed using Ibrahim’s (1992) classification of directive speech acts. The findings reveal 154 directive speech acts categorized into five forms: requestives (63.63%), questions (12.34%), requirements (11.04%), advisories (9.74%), and permissives (3.25%), while prohibitives were not found. The identified functions include requesting, pleading, praying, questioning, demanding, ordering, advising, warning, proposing, and suggesting, with praying emerging as the most dominant function. In terms of gender, male netizens produced more directive utterances than female netizens. Male language patterns tended to be more assertive and action-oriented, whereas female language patterns tended to emphasize empathy, solidarity, and politeness. These findings indicate that gender-related language patterns may influence how users express aspirations, criticism, and demands regarding public policy in digital political communication.
References
Anjarini, S., & Ningsih, R. (2024). Tindak tutur direktif pada kolom komentar TikTok Ganjar Pranowo tentang pungli. Jurnal Genre, 6(1), 37–48.
Aruni, L. I., Wijayanti, K. D., & Rahmat, R. (2024). Analisis tindak tutur direktif dalam film pendek Unggah-Ungguh. Sabdasastra: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa, 8(2), 187–202.
Astriani, S., Hilaliyah, H., & Megawati, E. (2023). Tindak tutur direktif dalam naskah drama Pada Suatu Hari karya Arifin C. Noer dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Deiksis, 15(1), 106–118.
Austin, J. L. (1962). How to do things with words. Oxford University Press.
Bungin, B. (2015). Metodologi penelitian kualitatif. Rajagrafindo Persada.
Cahyani, N. K. T., Erawan, D. G. B., & Suparsa, I. N. (2024). Analisis deskriptif retorika interpersonal pragmatik pada tuturan direktif guru dan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JIPBSI), 9(2), 53–70.
Dwi, F., & Wardiani, R. (2022). Analisis tindak tutur direktif dalam talkshow Tonight Show (Maret 2021). Jurnal Bahasa dan Sastra, 9(2), 98–105.
Dwita, N. F., & Atmazaki. (2024). Tindak tutur direktif guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 16135–16146.
Feronika, P. (2020). Analisis tindak tutur direktif guru dalam penanaman nilai-nilai karakter pada interaksi pembelajaran. Jurnal Institut Agama Islam Negeri Curup, 1–111.
Hae, F. F. (2024). Tindak tutur direktif dalam interaksi belajar mengajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Guppi Salawati Kabupaten Sorong (Skripsi). Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong.
Hymes, D. (1974). Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach. University of Pennsylvania Press.
Ibrahim. (1992). Kajian tindak tutur. Usaha Nasional.
Khoir, L. I., & Prabawa, A. H. (2022). Analisis tindak tutur direktif podcast Hardiknas 2021 Presiden Jokowi dan Nadiem. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 8(2), 844–859.
Lakoff, R. (1975). Language and woman’s place. Harper & Row.
Leech, G. (2015). Principles of pragmatics. Routledge.
Magfira, N., Mayong, & Agussalim, A. A. (2024). Tindak tutur direktif pada film Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia. Indonesian Language Teaching & Literature Journal, 2(2), 108–126.
Maulidia, N., Fitri, A., Salsabilla, A., Irvan, A. R., & Santoso, C. R. (2025). Perbedaan bahasa laki-laki dan perempuan dalam mengomentari konten perselingkuhan pada TikTok akun @kuatbaca.official. Jurnal Cahaya Edukasi, 2(4), 128–135.
Mawardiani, A., Mulawarman, W. G., & Hanum, I. S. (2022). Tindak tutur direktif guru bimbingan konseling di SMA Negeri 2 Samarinda. Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 6(2), 1028–1039.
Nabila, A. H., & Fatmawati. (2022). Kesantunan tuturan interogatif dalam talkshow Kick Andy: Ada Apa dengan Luhut di YouTube. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 8(2), 749–759.
Ningsih, R., & Fatmawati. (2019). Kesantunan tindak tutur direktif dalam komunikasi mahasiswa: Pendekatan pragmatik. Jurnal FKIP Universitas Islam Riau, 2(1), 1–13.
Paradifa, & Fatmawati. (2024). Tindak tutur direktif dalam komentar warganet pada postingan Instagram Nadiem Anwar Makarim: Studi kasus dalam seleksi guru ASN PPPK. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 13(1), 569–580.
Prayitno, H. J. (2017). Studi sosiopragmatik. Muhammadiyah University Press.
Sari, E. A., Marni, S., & Sartika, R. (2023). Tindak tutur direktif guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Negeri 5 Sungai Beremas. Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 3(2), 481–488.
Searle, J. R. (1969). Speech acts: An essay in the philosophy of language. Cambridge University Press.
Sherliana, A. M., & Mintowati. (2020). Tindak tutur direktif tokoh utama dalam film Big Brother (Dà Shīxiōng) karya Chan Tai Lee. Jurnal Universitas Negeri Surabaya, 1(1), 1–11.
Sofyan, A., & Astuti, C. W. (2022). Tindak tutur direktif dalam kumpulan cerpen Mereka Mengeja Larangan Mengemis Kompas 2019. Jurnal Bahasa dan Sastra, 9(2), 9–17.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Suherman, N., & Gani, E. (2024). Kesantunan tindak tutur direktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI SMA Negeri 6 Padang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 27411–27419.
Sukmawati, R., & Fatmawati. (2024). Tindak tutur ekspresif warganet dalam akun Instagram @kompascom “PKS deklarasi Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden 2024.” Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 9(1), 653–665.
Swari, N. K. D. R. (2025). Tindak tutur direktif dalam interaksi pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Gianyar, Bali. Jurnal Sintaksis: Publikasi Para Ahli Bahasa dan Sastra Inggris, 3(2), 1–17.
Tannen, D. (1990). You just don’t understand: Women and men in conversation. Ballantine Books.
Wahyuni, I., & Fatmawati. (2024). Tindak tutur direktif dalam dialog film Surga yang Tak Dirindukan 3 sutradara Pritagita Arianegara. Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(1), 170–182.
Yule, G. (2006). Pragmatik (Terjemahan dari Pragmatics). Pustaka Pelajar.
Yuyun, & Yuliawan, T. (2024). Tindak tutur direktif warganet di media sosial Instagram KPU RI postingan 7 hari menuju pemilu. Jurnal Humanika, 31(1), 90–104.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright (c) 2026 Indah Sari, Fatmawati